twitter


Cinta Ojek Payung!!!
Oleh : Surya Fazar

            Malam ini tidak seperti biasanya, begitu terang benderang ditemani dengan bintang-bintang dan bulan purnama yang begitu terlihat indah parasnya. Kebetulan malam ini adalah malam minggu, malam minggu adalah malam yang sangat di tunggu-tunggu dua insan manusia yang sedang menjalin ikatan pacaran. Apalagi keadaannya seperti ini. Duh,,, indahnya,,,
 Banyak anak muda mudi mengatur rencana mau kemana mereka akan pergi jalan-jalan. Tapi tidak untuk dua insan yang sedang duduk berduan di halaman rumah yang baru mereka tempati 10 bulan lamanya. Mereka tidak suka jalan-jalan. Mereka lebih suka duduk berduaan didepan rumah seperti ini. Mereka berdua memang pacaran. Tapi pacaran yang bersifat islami. Pacaran setelah menikah namanya. Duh romantisnya,,,
 Kali ini mereka berduan bercanda gurau dengan beralaskan tikar yang terbuat dari daun purut. Mereka duduk saling berhadapan. Dihadapan mereka tersusun rapi makanan yang sudah dipersiapkan sang istri tadi sore sebelum maghrib. Tersedia nasi putih pulen hangat yang masih terlihat mengepul asapnya, sayur daun singkong tumbuk yang ngambil dibelakang rumah kesukaan sang suami serta sambal belacan yang melengkapi. Menu yang sederhana tapi kaya penuh rasa. Dan tak lupa dengan sebuah lilin yang menemani mereka makan. Supaya terlihat istimewa seperti direstoran-restoran gitu. Memang suasana yang sangat tenang, sebab mereka tinggal di desa pedalaman yang suasananya jauh dari keributan.
Malam minggu kali ini adalah malam minggu yang sangat mereka tunggu-tunggu. Sebab genap sudah setahun mereka menikah membangun rumah tangga. Apalagi saat ini sang istri sedang mengandung buah hati pertama mereka yang sudah memasuki hari-hari melahirkan. Sebelum mereka memulai makan malam, sang suami meminta istri untuk menutup matanya dan jangan membukanya sebelum ada arahan untuk membuka. Sang istri pun menutup matanya. Sang suami pergi ke kamar untuk mengambil kue yang bertuliskan Anniversary 1th dan setangkai bunga mawar merah yang sengaja dipersiapkannya tadi setelah kembali dari kerjaan.
Dan setelah kejutan sudah hadir dihadapan, tara,,,,, sang istri pun tertegun, tersenyum bahagia dan sedikit meneteskan air mata, “I love you” kata sang suami sembari mencium kening istri. Suasana pun menjadi begitu mesra. Dan mereka pun saling suap menyuapi satu sama lain. Malam ini adalah malam milik mereka berdua. Bahagianya...
Setelah makan malam usai, dan sudah dibereskan. Mereka pun berubah posisi saling bergandengan tangan sambil telentang menatap bintang-bintang yang bertaburan dan bulan benderang. Mereka saling mengingat masa-masa awal perkenalan mereka yang masih malu-malu kucing. Sang suami bercerita tentang awal perjumpaan mereka pertama yaitu pada saat sang istri kehujanan sepulang dari kerjaan dan tidak membawa payung di depan salah satu toko buku langganannya. Secara diam-diam sang suami selalu melihatnya pada saat sang istri pulang kerja, tapi ia malu untuk kenalan. Dan inilah saat waktu yang tepat untuk berkenalan dengan menawarkan ojek payung. Sang suami pun langsung bergegas meminjam payung anak-anak yang sedang berkeliaran menawarkan ojek payung dan memberikan uang sepuluh ribu dan ia pun berlari menghampiri istrinya dan menawarkan ojek payung menuju halte busway terdekat. Payung pun diberikan dan sang suami yang ketika itu belum jadi suami harus basah-basahan hanya demi bisa berkenalan. Tangan pun bersedekap di dada dan sambil menahan kedinginan.
Karena sang suami atau calon suami adalah laki-laki pemalu, sepanjang jalan ia tidak angkat bicara sedikitpun hingga sampai di stasiun busway. Disela-sela perjalanan wanita yang ternyata tulang rusuk sang suami selama ini cari-cari diam-diam melihat wajah laki-laki yang ternyata menjadi tulangpunggungnya, terlihat wajah yang baik dan tulus. Dan tiba-tiba jantungnya pun berdegub. Astaghfirullah,, Langsung ia mengalihkan pandangan.
Sesampainya di stasiun busway, saat sang istri akan membayar, sang suami menyangkal dan mengatakan tidak usah karena dia ikhlas. Sang suami pun langsung pergi karena semakin kencang degupan jantungnya. Selang beberapa detik, sang istri pun memanggil, “Hey ojek payung, terimakasih ya” sambil tersenyum. Sang suami pun tersenyum, “Iya sama-sama” sambil gemeteran bilangnya.
Bersambung,,,, (mau baca Buku Dulu)

·         Belajar menulis Novel :P

0 komentar:

Posting Komentar