Oleh : Surya Fazar
Malam ini tidak seperti biasanya,
begitu terang benderang ditemani dengan bintang-bintang dan bulan purnama yang
begitu terlihat indah parasnya. Kebetulan malam ini adalah malam minggu, malam
minggu adalah malam yang sangat di tunggu-tunggu dua insan manusia yang sedang
menjalin ikatan pacaran. Apalagi keadaannya seperti ini. Duh,,, indahnya,,,
Banyak anak muda mudi mengatur rencana mau
kemana mereka akan pergi jalan-jalan. Tapi tidak untuk dua insan yang sedang
duduk berduan di halaman rumah yang baru mereka tempati 10 bulan lamanya. Mereka
tidak suka jalan-jalan. Mereka lebih suka duduk berduaan didepan rumah seperti
ini. Mereka berdua memang pacaran. Tapi pacaran yang bersifat islami. Pacaran setelah
menikah namanya. Duh romantisnya,,,
Kali ini mereka berduan bercanda gurau dengan
beralaskan tikar yang terbuat dari daun purut. Mereka duduk saling berhadapan. Dihadapan
mereka tersusun rapi makanan yang sudah dipersiapkan sang istri tadi sore
sebelum maghrib. Tersedia nasi putih pulen hangat yang masih terlihat mengepul
asapnya, sayur daun singkong tumbuk yang ngambil dibelakang rumah kesukaan sang
suami serta sambal belacan yang melengkapi. Menu yang sederhana tapi kaya penuh
rasa. Dan tak lupa dengan sebuah lilin yang menemani mereka makan. Supaya terlihat
istimewa seperti direstoran-restoran gitu. Memang suasana yang sangat tenang,
sebab mereka tinggal di desa pedalaman yang suasananya jauh dari keributan.
Malam
minggu kali ini adalah malam minggu yang sangat mereka tunggu-tunggu. Sebab genap
sudah setahun mereka menikah membangun rumah tangga. Apalagi saat ini sang
istri sedang mengandung buah hati pertama mereka yang sudah memasuki hari-hari
melahirkan. Sebelum mereka memulai makan malam, sang suami meminta istri untuk
menutup matanya dan jangan membukanya sebelum ada arahan untuk membuka. Sang
istri pun menutup matanya. Sang suami pergi ke kamar untuk mengambil kue yang
bertuliskan Anniversary 1th dan setangkai bunga mawar merah yang sengaja
dipersiapkannya tadi setelah kembali dari kerjaan.
Dan
setelah kejutan sudah hadir dihadapan, tara,,,,, sang istri pun tertegun,
tersenyum bahagia dan sedikit meneteskan air mata, “I love you” kata sang suami
sembari mencium kening istri. Suasana pun menjadi begitu mesra. Dan mereka pun
saling suap menyuapi satu sama lain. Malam ini adalah malam milik mereka
berdua. Bahagianya...
Setelah
makan malam usai, dan sudah dibereskan. Mereka pun berubah posisi saling
bergandengan tangan sambil telentang menatap bintang-bintang yang bertaburan
dan bulan benderang. Mereka saling mengingat masa-masa awal perkenalan mereka
yang masih malu-malu kucing. Sang suami bercerita tentang awal perjumpaan
mereka pertama yaitu pada saat sang istri kehujanan sepulang dari kerjaan dan tidak
membawa payung di depan salah satu toko buku langganannya. Secara diam-diam
sang suami selalu melihatnya pada saat sang istri pulang kerja, tapi ia malu
untuk kenalan. Dan inilah saat waktu yang tepat untuk berkenalan dengan
menawarkan ojek payung. Sang suami pun langsung bergegas meminjam payung
anak-anak yang sedang berkeliaran menawarkan ojek payung dan memberikan uang
sepuluh ribu dan ia pun berlari menghampiri istrinya dan menawarkan ojek payung
menuju halte busway terdekat. Payung pun diberikan dan sang suami yang ketika
itu belum jadi suami harus basah-basahan hanya demi bisa berkenalan. Tangan pun
bersedekap di dada dan sambil menahan kedinginan.
Karena
sang suami atau calon suami adalah laki-laki pemalu, sepanjang jalan ia tidak
angkat bicara sedikitpun hingga sampai di stasiun busway. Disela-sela
perjalanan wanita yang ternyata tulang rusuk sang suami selama ini cari-cari
diam-diam melihat wajah laki-laki yang ternyata menjadi tulangpunggungnya,
terlihat wajah yang baik dan tulus. Dan tiba-tiba jantungnya pun berdegub.
Astaghfirullah,, Langsung ia mengalihkan pandangan.
Sesampainya
di stasiun busway, saat sang istri akan membayar, sang suami menyangkal dan
mengatakan tidak usah karena dia ikhlas. Sang suami pun langsung pergi karena
semakin kencang degupan jantungnya. Selang beberapa detik, sang istri pun
memanggil, “Hey ojek payung, terimakasih ya” sambil tersenyum. Sang suami pun
tersenyum, “Iya sama-sama” sambil gemeteran bilangnya.
Bersambung,,,,
(mau baca Buku Dulu)
·
Belajar menulis Novel :P
